Selasa, 23 Oktober 2012

METODE MENURUN GANDA


Dalam penerapan metode penyusutan saldo menurun ganda (double declining balance method) menghasilkan perhitungan beban penyusutan periodik yang semakin menurun selama estimasi masa manfaat aset tetap. Tingkat penyusutan metode saldo menurun ganda dihitung dengan menggandakan tingkat penyusutan metode garis lurus atau presentasi penyusutan ditetapkan sebesar dua kali persentase penysutan menurut metode garis lurus.
Sebagai ilustrasi, diasumsikan sebuah aset tetap memiliki masa manfaat selama empat tahun. Nilai perolehan aset sebesar Rp 10 juta dengan nilai sisa pada akhir tahun kempat sebesar Rp 1 juta. Maka depreciable cost atau biaya perolehan aset tetap yang dapat disusutkan adalah sebesar Rp 9 juta.

Tingkat penyusutan per tahun :
Tingkat penyusutan metode saldo menurun ganda
= tingkat penyusutan metode garis lurus X 2
= (1/4) X 2
= 25% X 2
= 50%
Untuk tahun pertama, biaya penyusutan diperoleh dengan menghitung biaya perolehan aset tetap dikalikan dengan tingkat penyusutan saldo menurun ganda. Contoh biaya penyusutan tahun pertama adalah sebesar Rp 10 juta dikalikan 50%, atau sebesar Rp 5 juta.
Setelah tahun pertama, biaya penyusutan per tahun diperoleh dengan menghitung nilai buku aset tetap, yaitu biaya perolehan aset tetap dikurangi akumulasi penyusutan tahun bersangkutan, untuk kemudian dikalikan dengan tingkat penyusutan saldo menurun ganda. Contoh biaya penyusutan tahun kedua adalah sebesar (Rp 10 juta – Rp 5 juta) dikalikan 50%, atau sebesar Rp 5 juta dikalikan 50% atau sama dengan Rp 2,5 juta.

Th
Biaya Perolehan
Akumulasi Penyusutan pada Awal Tahun
Nilai Buku pada Awal Tahun
Tingkat Saldo Menurun Ganda
Penyusutan
Nilai Buku pada Akhir Tahun
1
10.000.000
0
10.000.000
50%
5.000.000
5.000.000
2
10.000.000
5.000.000
5.000.000
50%
2.500.000
2.500.000
3
10.000.000
7.500.000
2.500.000
50%
1.250.000
1.250.000
4
10.000.000
8.750.000
1.250.000
-
250.000
1.000.000

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar